Korea Utara Diduga Bikin Senjata Biologi Virus Penyebar Penyakit Cacar dan Sampar

oleh

Suaraanalisa.com – Lembaga peneliti Amerika Serikat Belfer Centre dalam laporan terbarunya mengungkapkan Korea Utara diduga tengah mengembangkan senjata biologi selain senjata nuklir.

“Persiapan menghadapi senjata biologi perlu dan penting. Tindakan itu juga sebagai pertahanan melawan meningkatnya epidemi yang kian mengancam abad 22,” kata laporan Belfer Centre.

Berdasarkan pengakuan dari sejumlah pembelot, pengembangan senjata biologi itu diyakini sudah dimulai sejak 1960-an selepas Perang Korea 1950-1953. Akibat perang waktu itu ribuan nyawa melayang karena wabah kolera, tipus, dan cacar. Korut ketika itu menuding wabah itu didalangi Amerika Serikat yang menyebarkan senjata biologi.

Dilansir laman the Independent, Selasa (24/10), peristiwa terbunuhnya Kim Jong-nam, kakak pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Februari lalu di Malaysia akibat racun VX, racun yang diyakini sebagian kalangan dikembangkan oleh Institut Bio-teknis Pyongyang.

Institusi penelitian itu dikelola oleh militer Korut dan pernah dikunjungi oleh Kim Jong-un pada 2015 setelah foto dia berada di sana beredar.

Di pusat penelitian itu diyakini dibuat juga senjata biologi jenis lain yang berbahaya seperti anthrax, cacar, dan demam berdarah.

Intelijen Korea Selatan meyakini sedikitnya ada tiga lokasi kemungkinan tempat dibuatnya senjata biologi dan tujuh pusat penelitian di Korea Utara.

Laporan Belfre Centre menyatakan belum diketahui bagaimana senjata biologi itu akan disebarkan namun ada beberapa metode yang mungkin bisa dilakukan dari mulai meluncurkan rudal, pesawat nirawak (drone), pesawat, semprotan, dan bahkan penularan dari manusia ke manusia.

Korut diketahui mempunyai 200 ribu pasukan elit dan sebagian kecil saja dari mereka bisa dipersenjatai dengan senjata bilogi yang cukup untuk merepotkan Korea Selatan.

Laporan penelitian AS juga memperingatkan secara teori rezim Pyongyang mampu mengerahkan para intelnya di mana pun untuk melancarkan serangan dengan senjata biologi secara terselubung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *