Polisi Buka Suara Soal Keterlibatan Sandiaga Uno Pada Kasus Penggelapan Tanah Senilai 8 Milyar

oleh

Sauaraanalisa – Penyidik Polda Metro Jaya mengusut kasus penggelapan tanah (penipuan) yang membutuhkan keterangan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyusul pengenaan status tersangka terhadap Andreas Tjahjadi, rekan bisnis Sandiaga Uno.

 

Sandi dan Andreas dilaporkan oleh Fransiska Kumalawati Susilo ke polisi pada 8 Maret 2017 dengan tuduhan penggelapan tanah senilai Rp 8 miliar oleh petinggi PT Japirex, yakni Sandi dan Andreas Tjahjadi. Pada saat itu Sandi masih menjadi calon wakil gubernur yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.

 

Menurut Kepala Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, penyidik bukannya takut memeriksa Sandi yang sekarang sudah menjadi petinggi DKI Jakarta. Polisi memang terus mengusut dugaan keterlibatan terlapor namun sekarang masih fokus pada Andreas.

 

“Nanti saya cek keterlibatan beliau (Sandi),” katanya di Polda Metro Jaya pada Kamis, 26 Oktober 2017.

Sandi memang akan dipanggil polisi sebagai saksi terlapor karena dia Komisaris Utama PT Japirex. Menurut Fransiska Kumalawati Susilo, tanah di Cicurug itu milik Djoni Hidajat, yang juga teman bisnis Sandi.

 

Menurut anggota tim sukses Sandi, rencana pemeriksaan sebagai saksi menggelisahkan Sandi. Dia menuturkan, Sandi lantas menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk mengadu. Prabowo lalu menyampaikan persoalan Sandi kepada Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Kemaritiman yang juga kolega Prabowo.

 

Sandiaga Uno kepada Majalah Tempo membenarkan adanya pertemuan dia dengan Prabowo. Tapi, Sandiaga mengatakan tidak membahas kasus hukum yang menyeret namanya itu. Secara tak langsung dia membantah keterkaitan dengan Luhut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *