Detik-detik dr Helmi Tembak Istrinya Hingga Tewas

oleh

Sauaraanalisa – Tega Seorang suami(Dr. Helmi) menembak istrinya(Dr. Letty) sendiri hingga tewas. Gugatan cerai menjadi salah satu pemicu dr Ryan Helmi menembak secara membabi buta istrinya, dr Letty Sultri. Helmi menemui sang istri di Klinik Azzahra Medical dengan harapan bisa berbicara masalah rumah tangganya sebelum Pengadilan Agama Jakarta Timur memutuskan keduanya untuk bercerai.

Alih-alih meminta rujuk dengan menunjukkan sikap yang baik, Helmi justru merencanakan untuk menembak Letty. Dia telah mempersiapkan dua pucuk senjata api untuk menakut-nakuti korban.

“Karena jadwal sidang putusan (cerai) tanggal 21 November nanti, makanya akhirnya dia kepengen ketemu korban dulu untuk berbicara. Tetapi dia sudah mempersiapkan senjata api,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada detikcom, Jumat (10/11/2017).

Pernikahan keduanya sudah berlangsung 5 tahun. Selama itu, rumah tangga keduanya tidak harmonis. Percekcokan hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kerap menghantui Letty hingga dirinya mengajukan gugatan cerai pada Juli 2017.

Letty tewas di tangan suaminya dengan luka tembakan sebanyak 6 kali di Klinik Azzahra Medical Center, Jl Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur pada Kamis 9 November kemarin. Begini detik-detik penembakan itu:

Kamis 9 November
Pukul 14.00 WIB

Helmi naik ojek online menuju ke Klinik Azzahra Medical Center untuk menemui istrinya yang berpraktik di klinik tersebut. Dia membawa tas berisi dua pucuk senjata api.

Dalam perjalanan ke klinik, Helmi mempersiapkan senjata api dengan memasukkan peluru ke dalam senjatanya. Helmi datang ke klinik itu bermaksud untuk membicarakan masalah gugatan cerai dengan istrinya.

Helmi tiba di klinik dan langsung menemui Letty yang tengah berbincang dengan pegawai klinik. Helmi meminta Letty untuk berbicara empat mata di ruang prakteknya, namun Letty menolak.

Keduanya pun terlibat cekcok mulut. Saat itulah, Helmi mengeluarkan senjata api dari dalam tasnya.

Seluruh pegawai di klinik, termasuk Letty pun berteriak ketakutan. Letty berlari ke ruang administrasi dan mengunci pintu.

Helmi mencoba mendobrak pintu, namun tidak berhasil. Dia kemudian mengintip Letty dari lubang administrasi dan menembakinya secara membabi buta sebanyak 6 kali tembakan.

Setelah itu Helmi meninggalkan korban. Dia lalu menumpang ojek untuk menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya.

Helmi tiba di Markas Polda Metro Jaya dan masuk lewat pintu pejalan kaki di sisi ruas Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Petugas jaga memeriksa tas yang dibawa Helmi.

Petugas langsung mengamankan Helmi ketika menemukan dua pucuk senjata api di dalam tasnya. Petugas jaga kemudian menghubungi anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang langsung menangkapnya di pintu masuk.

Kepada polisi, Helmi mengaku telah melakukan penembakan terhadap istrinya. Helmi pun langsung diborgol polisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *