Ditemukan Mayat Wanita Didalam Septic Tank, Diduga Korban Pembunuhan Setelah 5 Hari Menghilang

oleh

Suaraanalisa.com – Warga di sekitar Jembatan Kapuas 2, Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, geger penemuan mayat di septic tank, Rabu (28/3/2018) pagi.

Mayat berkelamin perempuan itu, bernama Supriatin Berusianya sekitar 37 tahun.

Menurut warga setempat, kuat dugaan Supriatin dibunuh dan tubuhnya dimasukan ke dalam septic tank.

Supriatin merupakan warga Solo yang telah lima tahun bekerja di Rumah Makan Rojo Koyo, satu diantara rekan kerjanya, Muryati (47) menuturkan kalau korban sehari-harinya bekerja sebagai karyawan rumah makan tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh rekan korban yang juga sama-sama bekerja di Rumah Makan Rojo Koyo.

Rekan korban, Muryati (47) menuturkan kalau Supriatin hilang sejak lima lalu.

Selain itu, Muryati menjelaskan satu di antara rekan kerjanya atas nama WN diduga melarikan karena sejak beberapa hari lalu tak ada tampak.

Beberapa barang juga turut hilang dan diduganya dibawa lari oleh WN, sehingga berat dugaannya WN lah yang melakukan perbuatan keji terhadap korban.

“Motor satu, HP dan sejumlah uang dibawa lari, sehingga kita mengduga WN lah yang melakukan pembunuhan ini,” ucapnya Rabu (28/3/2018).

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol M Husni Ramli menuturkan pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus ditemukan sosok manyat yang berada di dalam septic tank.

“Sampai saat ini telah ditemukan jenazah atau mayat seorang perempuan disalah satu rumah warga. Korban merupakan karyawan dari Rumah Makan Rojo Koyo yang juga merupakan TKP penemuan mayat,” ucap Kompol M Husni Ramli, Rabu (27/3/2018).

Husni menjelaskan korban ditemukan dalam septic tank tempat penampungan kotoran, yang mulanya ditemukan oleh warga yang tinggal di sekitar TKP.

“Kondisi korban masih menunggu hasil pemeriksaan, korban kami bawa ke Sudarso untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Ditanya masalah apakah korban merupakan korban pembunuhan, Husni menuturkan pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *