Seorang Wanita Menampar Petugas SPBU Karena Emosi Mengantri Saat Mau Isi Bensin, Aksinya Terekam CCTV Dan Viral Di Medsos

oleh

Suaraanalisa.com – Peristiwa pemukulan yang dialami seorang petugas SPBU di Bekasi sempat menjadi viral lantaran terekam CCTV.

Kejadian yang terjadi di SPBU Jalan Boulevard Raya, Blok SN 6, Harapan Indah, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (3/4/2018), Menimpa Muhammad Iqbal Maulana (19) petugas SPBU.

Iqbal harus menerima empat kali tamparan dari seorang ibu-ibu yang diketahui emosi lantaran tidak mau antre saat mengisi bahan bakar kendaraan.

Polsek Tarumajaya, melalui Humas Polsek Aiptu Subhakti mengatakan, pihaknya sudah mengetahui peristiwa tersebut. Anggota Polsek juga sudah datang ke lokasi kejadian untuk memastikan kebenaran video yang sempat ramai di jagat maya.

“Kita sudah tahu soal kejadian itu, kebetulan anggota patroli sudah mendatangi lokasi TKP (tempat kejadian perkara),” ungkap Subhakti saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Sabtu (7/4/2018).

Dia menjelaskan, saat ini pihak korban belum membuat laporan terkait insiden penganiayaan tersebut.

“Belum ada laporan, tapi jika ingin dilaporkan bisa, jika ingin diselesaikan melalui proses kekeluargaan juga bisa. Nanti pihak Kepolisian yang akan menjadi mediator,” kata Subhakti.

Baca: Begini Kronologi BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Ekstasi, Intai 18 Hari

Sementara itu, Agung Kurniawan Supervisor SPBU menjelaskan, sejauh ini pihaknya memang belum membuat laporan terkait insiden yang menimpa salah satu pegawainya.

“Polisi sudah datang ke Lokasi, mau kita perkarakan tapi cuma identitas pelaku belum diketahui,” Kata Agung.

Soal rekaman CCTV yang memperlihatkan peristiwa detik-detik ibu-ibu penampar petugas SPBU, pihaknya belum bisa mendapatkan identitas jelas seperti nomor kendaraan.

“Karena kurang jelas nomor kendaraanya kalau dilihat dari rekaman CCTV,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, pada saat kejadian, ibu-ibu tersebut juga berjanji keesokan harinya akan kembali ke SPBU untuk menemui pihak manajemen, namun sampai detik ini, perempuan itu belum juga datang.

“Kita udah tunggu tapi sampai sekarang belum datang juga,” jelas Agung

Kejadian pemukulan yang menimpa pegawainya menurut Agung sangat tidak etis, terlebih saat itu posisi Iqbal dalam keadaan sedang bekerja banyak konsumen lain yang melihat.

“Karyawan saya sudah menjalankan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang baik, walaupun dipukul, dia juga tidak terpancing emosi, dia tetap menjalankan tugasnya,” jelas Iqbal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *