Rahmad Tega Bunuh Istri Mantan Majikannya Dan Membawa Kabur Uang Rp 20 Juta Karena Terlilit Hutang

oleh

Suaraanalisa.com – Air susu dibalas dengan air tuba. Begitulah pepatah yang cocok ditujukan kepada Rahmad Sumaedi (57), pelaku pembunuhan sadis terhadap Hermin Widayati (51).

Istri mantan pejabat di PT Perkebunan Kelapa Sawit Mitra Ogan ini dihabisi oleh mantan anak buah suaminya sendiri.

Padahal pelaku sudah diangap seperti keluarga sendiri.

Bahkan pelaku bisa bekerja di perusahaan yang sama juga berkat kebaikan hati Sudarsono (suami Hermin Widayati).

“Aku minta maaf kepada keluarga bunda Hermin Widayati, aku benar-benar menyesal sudah membunuh bunda,” kata tersangka berurai air mata.

Menurut penuturan tersangka, dia kehilangan akal sehat gara-gara terjepit utang untuk biaya menikah yang kedua kalinya dua bulan lalu.

Sedangkan istri pertamanya sudah meningal dunia.

Tersangka Rahmad Sumaedi mengakui, dirinya terjepit utang dan di deadline 18 April 2018.

Utang kepada seseorang yang jumlahnya mencapai Rp 10 juta itu harus dibayar hari itu juga.

Rahmad Sumaedi menuturkan, dia sudah dua kali mau meminjam uang kepada korban.

Uang yang hendak dipinjam kali ini jumlahnya cukup besar, dan korban hanya bisa memberi uang alakadarnya untuk ganti ongkos dan makan saja.

Pelaku yang memang sudah kenal baik dengan keluarga korban ini nekad datang untuk ketiga kalinya dan sudah punya rencana lain.

Pada tanggal 18 April 2018 pukul 09.00 WIB pelaku datang kembali ke rumah korban.

Saat itu korban sedang sendirian di rumah.

Pelaku yang memang sudah akrab dengan keluarga korban bertamu dengan santai sambil merokok tanpa mengundang rasa curiga korban.

Kapolres OKU AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim Polres OKU AKP Alex Andriyan SKom, Minggu (29/4/2018) menjelaskan, pelaku memang sudah merencanakan melakukan tindak kejahatan terhadap korban.

Indikasi ini terlihat dari peralatan yang disiapkan pelaku, seperti kunci inggris, lakban, dan barang bukti lainnya.

Pada saat korban masuk ke dalam kamar, pelaku langsung mengikuti dan memukul korban dari belakang, mencekik lehernya dengan tujuan supaya korban tidak bisa berteriak.

Selanjutnya pelaku memukul korban dengan menggunakan kunci inggris berkali-kali di kepala bagian belakang (bawah telinga), di muka dan dibagian tubuh yang lain.

Pelaku sempat mendapat perlawanan dari wanita penyandang Dan III Karateka ini.

Korban yang menguasai ilmu bela diri ini sulit dikalahkan.

Namun pelaku memukul secara membabi buta mengakibatkan wanita yang sudah berusia 51 tahun ini kewalahan dan terjatuh.

Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku untuk menutup muka korban dari dagu sampai kening dengan menggunakan lakban berwarna hitam yang sudah diasiapkan pelaku dari rumah.

Hingga akhirnya korban menghembuskan napas terakhir.

Pelaku yang sudah tahu tempat-tempat penyimpanan keluarga korban langsung bergerak masuk ke dalam kamar korban dan mencuri uang tunai Rp 20 juta milik korban.

Dikatakan Kapolres, pelaku terlihat sangat santai bahkan sempat mencuci tangannya yang berlumuran darah di kamar mandi.

Hingga masih tersisa noda darah kering di gayung air di dalam kamar mandi korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *