Seorang Siswi SMP Disekap dan Diperkosa Oleh Tiga Orang Duda Selama 3 Hari

oleh

Suaraanalisa.com – Seorang siswi berusia 14 tahun menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan tiga orang. Sebelum diperkosa korban lebih dulu dicekoki dengan minuman keras.

Seorang warga Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung bernisial TG menuturkan, seorang pelaku bertugas menjemput korban dan dibawa ke sebuah café. Korban kemudian dicekoki dengan minuman keras.

Dalam kondisi mabuk korban dibawa ke rumah kos selama tiga hari.

“Selama tiga hari itu korban diperkosa sama Gus dan dua rekannya (Sum dan Cep). Kondisi korban sekarang masih trauma,” tutur YG, Minggu (20/5/2018).

Bukan saja luka batin, korban juga mengalami kesakitan akibat kejadian itu. Bahkan korban hingga tidak bisa berjalan karena sakit di bagian vitalnya.

Masih menurut YG, seorang pelaku, Sum ditangkap polisi. Sedangkan dua pelaku lainnya kabur.

Seorang tokoh masyarakat di tempat korban tinggal, Usman mengatakan, kejadian perkosaan ini sebenarnya sudah lebih dari dua pekan.

Namun keluarga baru melaporkan, pada Jumat (18/5/2018) karena sebelumnya keluarga masih mengurusi korban.

“Yang melaporkan belakangan adalah kakak korban, karena selama ini keluarga seperti berduka dengan apa yang menimpa korban,” ujar Usman.

Usman pun mengakui, tiga pelaku adalah warganya di Kecamatan Pucanglaban. Usman membenarkan, Sum sudah ditangkap polisi.
Namun Sum mengaku sebatas mengajak korban minum-minuman keras.

Usman mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa korban. Sebab korban masih sekolah dan mempunyai masa depan panjang. Korban selama ini diasuh oleh bibinya.

“Semoga semua pelaku bisa ditangkap dan dihukum. Biar terungkap peran masing-masing,” tegas Usman.
Ketiga pelaku diketahui berstatus duda.

Mereka pernah menikah namun kemudian bercerai.

Terutama Cep, selama ini dikenal sering mabuk dan membuat onar.

Selain menangkap Sum, polisi juga telah melakukan olah TKP di café tempat korban dicekoki minuman keras.

Termasuk ke rumah kos yang digunakan ketiga pelaku mencabuli korban.

Kanit Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo menolak memberikan penjelasan terkait kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *