Gadis Ini Kini Cacat Permanen Setelah Dibacok Kekasihnya Karena Cemburu

oleh

Suaraanalisa.com – Tak ada yang menyangka seorang gadis asal Bireun, Aceh harus merasakan sakit luar biasa akibat ulah kekasihnya sendiri.

Gadis bernama Firda Maisura (18) dianiaya kekasihnya sendiri, Aulia (20) dengan cara yang terbilang sadis.

Beruntung nyawa firda masih bisa tertolong setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Firda dianiaya dengan cara dibacok di bagian wajah dan tubuhnya.

Awalnya Firda diduga menjadi korban pembegalan.
Namun belakangan diketahui kalau pelaku pembacokan Firda tak lain adalah kekasihnya sendiri.

Awalnya, Firda ditemukan warga sudah dalam kondisi terluka parah di Kawasan bendungan irigasi di Kawasan Desa Benyot, Kecamatan Juli, Bireun sekitar pukul 21.30 WIB, Senin (28/5/2018).

Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto, melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian SIK kepada Serambi kemarin mengatakan, awalnya seorang warga bernama Mukhlis (20) mendapati korban dalam keadaan luka sobek di bagian muka atau wajahnya.

Dengan wajah penuh luka, korban berjalan dan meminta bantu kepada warga membawa korban ke Puskesmas Juli dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit BMC Bireuen.

“Sebagian anggota ke rumah sakit, ada yang ke lokasi pembacokan dan ada yang mengejar siapa pelakunya serta mendatangi beberapa tempat yang sering dikunjungi korban,” ujar Kasat Reskrim.

Hasil penyelidikan sementara bukan dibacok di kawasan bendungan irigasi, tapi justru di rumah orang tua korban, kawasan Desa Pante Gajah, Peusangan.

Dari penyelidikan sementara, pelakunya diduga teman dekat korban, beberapa orang yang dicurigai diamankan, termasuk pacar korban, Aulia (20) , warga Desa Pante Gajah, Peusangan.

Aulia pada saat korban dirawat di rumah sakit ia datang untuk menjenguk korban, awalnya tidak mengakui perbuatannya.

“Awalnya Aulia tidak mengakui melakukan penganiayaan terhadap korban,” ujar Kasat.

Dari beberapa barang bukti sepertinya korban dibawa ke rumah pelaku, yaitu Desa Pante Gajah, Peusangan atau tempat lain.

Lantas, setelah melakukan penyelidikan polisi menangkap pelaku enam jam kemudian sekitar pukul 03.00 WIB, Selasa (29/5/2018) di rumahnya kawasan Desa Pante Gajah, Peusangan, Bireuen.

Tersangka juga mengakui bahwa dirinya telah melakukan penganiayaan terhadap korban di halaman rumah orang tuanya menggunakan parang.

Selanjutnya, korban dibawa tersangka menggunakan sepeda motor honda Beat milik korban ke Dusun Mane Desa Beunyot, Juli Bireuen.

tersangka meninggalkan korban dalam keadaan terluka, sedangkan Aulia pergi dengan membawa sepeda motor korban.
Hal itu diketahui melalui adanya bercak darah pada bagian belakang baju tersangka.

Padahal baju tersebut sudah dicuci oleh tersangka masih ada bekas bercak darah.

Ini menandakan korban dibawa dengan sepeda motor bersandar pada tubuh tersangka.

Selain itu, saat diperiksa juga didapati bercak darah di bagian kuping tersangka menambahkan kenyakinan korban setelah dibacok dibawa dengan sepeda motor.

Keuchik Desa Cot Buket, Peusangan, T Iskandar kepada Serambi mengatakan, awalnya diperoleh informasi ke luar membeli obat untuk orang tuanya.

“Informasinya begitu, kemudian kami tahu sudah berada di rumah sakit karena mengalami luka bacok di wajahnya,” ujar T Iskandar.

Menyangkut motif pembacokan, tersangka sakit hati karena korban diduga berselingkuh. Korban juga meminta tanggung jawab untuk dinikahi.

Tersangka sudah diamankan ke Polres Bireuen dan masih dalam penyelidikan, sedangkan motif pembacokan belum diketahui dan sedang dalam penyelidikan tim Polres Bireuen, ujar Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian SIK.

Korban pembacokan bernama Firda Maisura, warga Desa Cot Buket, Peusangan, informasi diperoleh keluar untuk membeli obat bersama seorang pria, kemudian diperoleh informasi korban mengalami luka bacok dan sedang dirawat di RS BMC Bireuen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *