Seorang Remaja 19 Tahun Ditangkap Polisi Karena Menyebarkan Video Persetubuhan Mantan Pacar Dengan Dirinya di Facebook

oleh

Suaraanalisa.com – Moh Baidowi (19), warga Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, dijebloskan ke balik jeruji Mapolsek Kwanyar, Jumat (12/10/2018).

Dia ditangkap setelah dilaporkan menyebarkan video persetubuhan dirinya dengan sang pacar ke Facebook.

Tak hanya penyebaran video itu yang dipermasalahkan, ia juga dilaporkan atas tindakan asusila menyetubuhi korban.

Video itu dibuat saat korbannya yang kini berusia 16 tahun, masih berstatus pelajar SMP.

Kasubbag Humas Polres Bangkalan, Iptu Suyitno mengungkapkan, tersangka dijerat Pasal 81 Ayat 1 Undang-undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang tindak pidana persetubuhan anak.

“Tersangka menyerahkan diri. Selanjutnya, Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres menjemputnya untuk penyidikan,” ungkapnya.

Persetubuhan itu terjadi pada setahun lalu, sekitar Agustus 2017 sekitar pukul 07.00 WIB.

Sebelum tiba di sekolah, korban ke rumah tersangka untuk mengembalikan kartu seluler milik tersangka.

Suyitno menjelaskan, saat itulah tersangka menarik tangan korban hingga masuk ke rumah dan menyetubuhinya.

“Tersangka merekam persetubuhan itu. Rekaman video lantas dijadikan ‘senjata’ agar korban bersedia melayani nafsu bejatnya,” jelasnya.

Keterangan yang dihimpun penyidik dari tersangka, lanjutnya, persetubuhan dengan korban selanjutnya terjadi setiap dua minggu sekali periode Agustus-September 2017.

“Tersangka mengancam akan menyebar video tersebut jika korban menolak disetubuhi,” paparnya.

Kasus tersebut terkuak pada awal Oktober 2018. Video rekaman persetubuhan itu disebar tersangka di Facebook yang akunnya menggunakan nama korban.

“Video itu ditemukan salah seorang guru SMK korban. Pihak sekolah lantas mengkonfirmasi kepada keluarga korban,” terang Suyitno.

Usut punya usut, lanjutnya, tersangka sengaja membuat akun Facebook atas nama korban dan menyebarkan video itu.

“Seolah-olah korban yang menyebarkan. Maka dari itu, pelaku nantinya dijerat UU ITE atas penyebaran video itu,” pungkasnya.

Polisi menyita seragam sekolah berwarna biru-putih beserta perlengkapan pakaian dalamnya. Penangkapan tersangka juga didasarkan hasil Visum et Repertum dan laporan keluarga Bunga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *