Batam, Suaraanalisa.com – Tokoh pengusaha sekaligus tokoh masyarakat Kota Batam, Datuk Amat Tantoso, menyampaikan keprihatinannya terhadap permasalahan sampah yang menumpuk di sejumlah jalan utama di Batam. Hal ini, menurutnya, tidak hanya merusak estetika kota tetapi juga berdampak negatif pada kesehatan dan penilaian calon investor terhadap Batam.
“Saya baru saja membawa tamu calon investor ke Batam. Mereka tertarik berinvestasi di sini setelah melihat Batam sebagai kota modern dengan jalan yang lebar dan infrastruktur yang baik. Namun, mereka kecewa ketika melihat sampah berserakan di tepi jalan utama. Hal ini sangat disayangkan,” ujar Datuk Amat Tantoso, Senin (6/1).
Para calon investor tersebut sebelumnya juga mempertimbangkan Bali sebagai lokasi investasi di bidang pariwisata. Meski Bali memiliki daya tarik wisata yang luar biasa, mereka mengakui jalan di sana sempit dan padat. Sebaliknya, Batam dinilai memiliki infrastruktur yang lebih baik, tetapi kondisi sampah di tepi jalan menjadi perhatian utama mereka.
“Salah satu titik yang mereka keluhkan adalah di Bukit Senyum dan jalan menuju Jembatan Barelang, tidak jauh dari bundaran. Sampah berserakan dan menimbulkan aroma tidak sedap. Ini tentu merusak penilaian mereka terhadap Batam,” jelasnya.

Datuk Amat Tantoso berharap Pemerintah Kota Batam, khususnya dinas terkait, dapat lebih serius menangani permasalahan sampah ini. Ia menegaskan bahwa masalah ini tidak hanya berpengaruh pada estetika kota tetapi juga kesehatan masyarakat serta citra Batam di mata calon investor.
“Kita semua tahu Batam memiliki slogan ‘Bandar Dunia Madani,’ yang artinya bersih dan modern. Namun, jika sampah dibiarkan berserakan, ini akan memberikan kesan buruk bagi siapa saja yang datang ke Batam. Saya meminta Pemko Batam melalui dinas kebersihan untuk lebih serius menangani masalah ini,” tegasnya.
Menurut Datuk Amat, jika permasalahan sampah ini tidak segera diatasi, akan menjadi hambatan bagi Batam untuk menarik lebih banyak investasi. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan kota.
“Investor ini sudah tertarik dengan potensi Batam. Jalan sudah lebar dan infrastruktur memadai. Tapi kalau sampah terus dibiarkan, bagaimana mereka yakin untuk berinvestasi? Saya harap Pemko lebih serius menangani masalah sampah ini. Terlebih akhir-akhir ini banyak sampah bertebaran di tepi jalan yang sangat merusak pemandangan dan kesehatan,” pungkasnya. (Sumber: Batam Pos)


