Monday, December 1, 2025

Melewati Capaian Nasional, Pertumbuhan Ekonomi Kepri Melesat di 2025

Batam, Suaraanalisa.com – Kinerja pertumbuhan ekonomi provinsi Kepulauan Riau tetap kuat di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut. Pada triwulan III 2025, ekonomi Kepri mampu tumbuh tinggi sebsar 7,48 persen (yoy), diatas capaian nasional yang sebesar 5,04 persen (yoy), serta ter akselerasi dibandingkan triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi Kepri juga menjadi yang tertinggi se Sumatera dan tertinggi ketiga se-nasional. Pertumbuhan Kepri masih ditopang oleh sejumlah sektor utama, antara lain sektor industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, hingga perdagangan.

Sementara itu, dari sisi pemgeluaran, pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kinerja investasi, net ekspor serta konsumsin tangga. Demikian disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia provinsi Kepulauan Riau dalam pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Batam 28 November 2025, mewakili Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri yang menghadiri PTBI di Jakarta.

Ditemgau kinerja ekonomi yang masih tumbuh, inflasi nasional dan provinsi Kepri masih terjaga stabil dalam rentang sasaran 2,51 persen, seiring dengan sinergi bauran kebijakan moneter dan fiskal bersama pemerintah. Pada Oktober 2025, Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kepri memgalami inflasi sebsar 0,36 persen (mtm) atau 2.08 persen (ytd).

Dengan demikian secara tahunan provinsi Kepri mencatatkan inflasi sebsar 3,01 persen (yoy). Terkendalinya inflasi mencerminkan efektivitas pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Kepri yang dijalankan secara konsisten melalui strategi 4K yakni Keterjangkauan Harga, Kelancara Distribusi, Keteraesiaan Pasokan, dan Komunikasi Efektif.

Pertumbuhan ekonomi positif, yang disertai dengan terjaganya inflasi tersebut turut didukung oleh kinerja perbankan di Kepri. Peran intermediasi yang dijalankan perbankan untuk mendukung perekonomian tercermin dari perkembangan kredit, aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tetap tumbuh dintengah rasio Non Performing Loan (NPL) yang rendah, sehingga dapat menjaga stabilitas sistem keuangan di Kepri.

Sistem pembayaran dan ekosistem digitalisasi keuangan juga harus diperkuat . Selain mendukung memastikan ketersediaan Uang Layak Edar (ULE) ke seluruh wilayah Kepri, Bank Indonesia juga mendorong perluasan digitalisasi melalui penyediaan infrastruktur QRIS, Bi-Fast alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) serta uang elektronik. Pertumbuhan jumlah pengguna, merchant, volume, dan nominal transaksi Qris mencerminkan akselerasi digitalisasi masyarakat Kepri.(*)

Related Articles

Latest Articles