Pekanbaru, Suaraanalisa.com Polda Riau terus memperkuat wilayah pesisir dari ancaman penyelundupan narkotika jaringan internasional. Setelah lima desa, Polda Riau kini mengukuhkan Desa Banglas Barat di Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai Kampung Tangguh Anti Narkoba.
Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryawadi menyampaikan bahwa langkah strategis ini diambil mengingat posisi geografis Kepulauan Meranti yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan kerap menjadi pintu masuk utama peredaran barang haram tersebut ke Provinsi Riau.
“Wilayah ini adalah garda terdepan sekaligus pintu masuk peredaran narkoba dari negara tetangga. Hampir seluruh kasus besar yang kami ungkap berasal dari jalur ini. Ini bukan sekadar transit, tapi daerah kita sudah menjadi sasaran pasar,” ujar Brigjen Hengki Haryadi, Selasa (5/5/2026).
Hengki mengungkapkan data keprihatinan mengenai tingginya angka peredaran narkoba. Selama 15 bulan terakhir, Polda Riau rata-rata mengamankan 310 tersangka setiap bulan.
“Bahkan, dalam empat bulan pertama tahun ini, sebanyak 1.378 orang telah ditangkap,” imbuhnya.
Hengki mengatakan bahwa penegakan hukum saja tidak cukup menahan peredaran narkotika. Namun, diperlukan adanya community policing yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama mencegah peredaran narkotika.
Dengan adanya Kampung Tangguh Anti Narkoba ini, diharapkan Riau tidak lagi menjadi sasaran jaringan narkoba. Diperlukan adanya pengawasan mandiri dari seluruh elemen masyarakat untuk mempersempit ruang gerak bandar dengan pengawasan kolektif.
Zero Tolerance
Ia juga menegaskan komitmen serius Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam memberantas narkoba dengan menerapkan kebijakan zero tolerance. Tidak hanya menyasar masyarakat sipil, tindakan tegas juga dilakukan secara internal.
Tercatat dalam empat tahun terakhir, sebanyak 36 anggota Polri di Riau diberhentikan secara tidak hormat (PTDH) karena terlibat jaringan narkoba.
“Dengan adanya Kampung Tangguh Anti Narkoba ini, kita menegaskan bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas kepolisian. Semoga gerakan ini dapat meluas ke seluruh desa di Kabupaten Kepulauan Meranti,” pungkasnya.(*)


