Sunday, September 13, 2026

Kapolda dan Pangdam Beri Atensi 4 Wilayah Karhutla, Cek Lokasi Kebakaran di Hutan Kabupaten Siak

Siak, Suaraanalisa.com – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo turun langsung mengecek kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak. Pengecekan dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla di lokasi benar-benar berjalan secara intensif.

Pengecekan dilakukan di lokasi karhutla yang merupakan areal PT Bumi Siak Pusako, di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Sabtu (5/9/2026). Turut hadir di lokasi, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar beserta jajran Forkopimda, Manggala Agni, BPBD hingga relawan dari Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kapolda menyampaikan pengecekan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi terkini di lapangan, sekaligus memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta proses pemadaman dan pendinginan berjalan optimal.

“Hari ini saya bersama Pangdam turun langsung melihat kondisi di Siak. Sementara untuk wilayah lain yang terpantau memiliki hotspot, jajaran sudah kita minta melakukan pengecekan di lapangan. Setiap indikasi harus segera ditindaklanjuti agar api tidak sampai meluas,” kata Herry Heryawan.

Hingga hari ini, Sabtu 4 September 2026, luas lahan yang terbakar di Provinsi Riau mencapai 5.865,32 hektare. Kondisi tersebut membuat upaya pencegahan kembali diperkuat, terutama di desa-desa rawan Karhutla, kawasan perkebunan, lahan gambut dan lokasi yang sebelumnya pernah terbakar.

Pada kesempatan itu, Kapolda meminta seluruh jajaran bersiaga dan melakukan penanganan karhutla hingga tuntas. Herry Heryawan memberikan atensi di 4 wilayah karhutla, antara lain Indragiri Hulu (59 hotspot), Indhil (48 hotspot), Pelalawan (22 hotspot), dan Siak (20 hotspot).

Menurut Kapolda, data hotspot tidak serta-merta menunjukkan seluruh titik tersebut merupakan kebakaran aktif. Oleh karena itu, jajaran kewilayahan telah diperintahkan melakukan ground check untuk memastikan kondisi sebenarnya.

“Kondisi karhutla sangat dinamis. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Begitu ada hotspot, cek. Kalau ditemukan api, segera padamkan dan pastikan pendinginannya tuntas,” ujarnya.

Sosialisasi MasifSelain penanganan karhutla, Kapolda juga meminta seluruh jajaran untuk melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif. Hal ini dilakukan menyusul temuan masih adanya masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar.

Karena itu, lanjut jenderal bintang dua ini, sosialisasi larangan membakar lahan diminta kembali dilakukan secara masif hingga tingkat desa dan dusun. Jajaran di wilayah diminta membantu mencarikan alternatif sesuai kondisi setempat, termasuk memberikan dukungan peralatan apabila memungkinkan dan diperlukan.

“Kita tidak ingin hanya datang dan mengatakan tidak boleh membakar. Kita juga harus memberikan solusi. Masyarakat tetap bisa mengelola lahannya, tetapi dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan karhutla,” katanya.

Di sisi lain, penegakan hukum terhadap pelaku karhutla terus berjalan. Hingga saat ini, Polda Riau dan jajaran telah menangani 41 kasus karhutla dan menetapkan 44 orang sebagai tersangka.

“Pencegahan kita perkuat, pemadaman kita lakukan maksimal, tetapi penegakan hukum tetap berjalan. Kalau ditemukan unsur pidana, tentu akan kita proses,” tegas Irjen Herry.

Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel TNI-Polri dan tim gabungan yang terus berjibaku menangani karhutla, termasuk BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pemerintah daerah, perusahaan, relawan dan masyarakat.

Menurutnya, sinergi Polda Riau dan Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama seluruh unsur terkait akan terus diperkuat, baik dalam pemadaman maupun pencegahan.

“Fokus kita sekarang adalah mencegah kebakaran baru, memadamkan setiap api yang ditemukan dan memastikan tidak ada kebakaran yang meluas. Pada saat yang sama, keselamatan dan kesehatan seluruh personel yang bekerja di lapangan juga harus kita jaga,” pungkasnya.(*)

Related Articles

Latest Articles