Tuesday, June 10, 2025

First Club Batam Bikin Ulah Lagi, WNA Vietnam Keroyok Dj Stevanie: Maafnya Dibalas Gebukan

Batam, Suaraanalisa.com – Belum genap setahun beroperasi, Tempat Hiburan Malam (THM) First Club Batam terus mengalami guncangan hebat dalam gemerlap dunia industri hiburan di Kota Batam.

Berbagai permasalahan nampaknya saat ini tengah menguji First Club Batam. Bahkan, isu-isu negatif perlahan mulai berhembus sampai tak luput dari sorotan media.

Resmi beroperasi sejak April 2025 lalu, perjalan First Club Batam terus menuai batu sandungan. Mulai dari, dugaan pelanggaran perizinan, tarian erotis hingga yang baru-baru ini kembali viral yakni, aksi pengeroyokan brutal terhadap Dj Stevanie oleh warga negara asing asal Vietnam.

Insiden pengeroyokan yang dialami oleh Dj Stevanie saat selepas perfome di First Club Batam sebuah tamparan keras bagi industri hiburan di Kota Batam. Bahkan, wisatawan pun di khawatirkan ragu memilih Batam sebagai destinasi untuk menghabiskan waktu liburannya karena mereka menganggap tidak aman.

Dalam insiden pengeroyokan itu, Dj Stevanie mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuhnya. Ia di hakimi secara brutal oleh Dj Misa (DPO) bersama dua rekannya Le Thi Huynh Trang (25) dan Nguyen Thi Thu Thao (25).

Beruntung, pihak Kepolisian Polsek Lubuk Baja bergerak cepat mengantensi kasus ini. Dua tersangka pengeroyokan yakni Le Thi Huynh Trang (25) dan Nguyen Thi Thu Thao (25) berhasil dibekuk lebih dulu di Pelabuhan Harbourbay saat hendak kabur ke Singapura. Sementara, satu pelaku lainnya yaitu Dj Misa masih buron.

Informasi yang berhasil dihimpun, sosok Dj Misa ini diduga memiliki kedekatan hubungan khusus dengan pemilik tempat hiburan malam ternama itu.

“Informasinya, Dj Misa ini diduga pacar dari pemilik First Club,” tutur Sumber dikutip dari Kabarbatam.com, Senin (9/6/2025).

Kendati demikian, hal ini tentu sama sekali tidak mempengaruhi substansi masalah yang saat ini telah bergulir di Kepolisian. Polisi tetap melakukan pengejaran terhadap Dj Misa untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sebelumnya, Direktur First Club Lian Tasrin telah menyampaikan klarifikasi bahwa kejadian tersebut melibatkan salah satu DJ bernama Stevanie dan beberapa pengunjung yang diduga merupakan warga negara asing (WNA).

Dalam klarifikasinya, Lian menegaskan bahwa para pengunjung yang terlibat dalam insiden tersebut bukanlah LC (Ladies Companion) maupun staf yang bekerja di klub, melainkan tamu reguler yang datang sebagai pengunjung umum.

“Kami menegaskan bahwa tidak ada LC WNA yang bekerja di First Club Batam. Seluruh LC kami adalah Warga Negara Indonesia yang telah memenuhi persyaratan sesuai regulasi yang berlaku,” tegasnya dalam pernyataan resminya.

Selain itu, Lian juga menyampaikan, bahwa mereka akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak kepolisian dan imigrasi untuk mendukung proses penyelidikan secara terbuka dan profesional.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan telah mengambil langkah-langkah internal untuk memperkuat pengawasan serta menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung maupun staf kami” ungkap Lian. (*)

Related Articles

Latest Articles