Batam, Suaraanalisa.com – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri beserta jajaran secara intens melakukan pengecekan dan operasi pasar untuk mencegah peredaran sembako yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk beras oplosan yang berpotensi merugikan konsumen.
“Dalam sebulan terakhir kami menggelar operasi, turun langsung melakukan pengecekan ke lapangan, yakni ke pasar-pasar dan distributor mengecek ketersediaan banan pokok dan juga kebutuhan beras. Sejauh ini belum kami temukan adanya beras oplosan yang beredar di Kepri, khususnya di Batam,” ungkap
Tindakan operasi pasar tersebut, kata…. juga sebagai respons atas pemberitaan di salah satu media elektronik yang menyebutkan adanya dugaan peredaran beras oplosan di Batam.
“Kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan juga pengusaha untuk bersama mengecek ke pasar-pasar, swalayan, dan juga ke gudang disributor. Kami tidak sekadar turun tetapi juga mengambil sampel untuk diuji sekiranya ada beras oplosan yang beredar di lapangan,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi dan mencegah peredaran beras oplosan di Kepri, kata…. , pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres dan Polsek di 7 Kota/Kabupaten yang ada di Kepri.
“Sesuai arahan Kapolda Kepri, kami berkoordinasi dengan Polres dan Polsek-Polsek di 7 kota/kabupaten di Kepri bersama instansi terkait di daerah agar juga turun mengecek ke lapangan. Memastikan apakah ada beras oplosan yang beredar atau tidak,” ungkapnya.
Hasil operasi pasar yang dilakukan selama satu bulan terakhir, tambah… belum ditemukan adanya beras oplosan yang beredar di masyarakat. Namun demikian, kata dia, bagi warga bila menemukan dugaan peredaran beras oplosan agar melaporkan ke Polres atau Polsek terdekat.
“Silakan melaporkan ke kepolisian terdekat untuk dapat ditindaklanjuti,” ujarnya. Terkait adanya kelangkaan beras premium saat ini, ia tak memungkiri beras jenis tersebut langka di pasaran saat ini.
Hal ini membuat harga beras premium di Batam khususnya, tambah dia, terjadi lonjakan harga. Namun demikian, Kepri saat ini masih memiliki ketersediaan stok beras medium. “Stok yang ada saat ini masih bisa memenuhi kebutuhan warga selama satu hingga dua bulan ke depan,” pungkasnya. (Man)

