Batam, Suaraanalisa.com –Firdaus Faisal menjadi utusan PSSI Pusat untuk melakukan seleksi Indonesia Centra League atau pelajar Nasional usia 15 tahun untuk wilayah provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Seleksi tim pelajar nasional ini rencananya akan digelar di Stadion Satya Haprabu Polda Kepri 27 – 28 Desember 2025. Sementara batas pendaftaran akan ditutup sampai dengan 24 Desember 2025.

Dalam penyeleksian nanti, Firdaus Faisal akan ditemani oleh beberapa pelatih senior berlisensi seperti Coach Aris Yulianto (Lisensi A-AFC), Bahtiar Hamid (Lisensi B-AFC), Nazirwan (Lisensi C-AFC) dan Coach Aplez (pelatih Kiper).
Firdaus menjelaskan, seleksi nantinya dikhususkan untuk pata pemain kelahiran tahun 2011-2012 yang akan ikut bergabung di tim Indonesia Centra League yang mewakili Indonesia ke ajang turnamen di Brunei Darussalam.
Firdaus yang juga merupakan pelatih sepak bola di SSB Citramas Batam mengatakan, bahwa pencarian bakat talenta pelajar di Kepri ini merupakan program dari Kementerian Olahraga Pusat (Kemenpora).
“Program ini akan menjadi jembatan antara mimpi anak-anak kampung dengan panggung nasional, ” ujar Firdaus.
Ditambahkan Firdaus, selama pelaksanaan seleksi, pihaknya akan membatasi peserta pendaftaran sebanyak 60 orang. Dalam seleksi nantinya peserta yang lolos akan mewakili Kepri untuk menjalani seleksi lanjutan ke Jakarta sebelum akhirnya berlaga di Piala Pelajar Asia.
“Ini bukan hanya soal tehnik mengolah sikulit bundar. Kami juga melihat sisi fisik dan psikologis dari 60 peserta, Kemungkinan hanya 14 orang terbaik yang akan terpilih, untuk seleksi tahap awal kami membatasi peserta maksimal 60 org se Kepri, “ujarnya.

Profil Firdaus Faisal
Nama Coach Firdaus, tidak asing lagi di persepak bolaan di Kepri, mantan pemain PS Pusri Palembang di era thn 90 an ini pernah menggetarkan pentas Nasional. Bahkan pemain berpostur tinggi ini juga sempat membela tim PON Sumatera Selatan.
Setelah berkecimpung di Sumsel, Firdaus memutuskan hijrah ke Kepri dan sempat membela PS Batam. Tidak ingin namanya hilang di dunia sepak bola, Ayah dari Fidya Adystiara finalis Putri Indonesia asal Kepri ini ikut bergabung di pengurusan Askot PSSI Batam selaku Wakil Ketua Seksi Tehknis Pengembangan (2001-2005) serta menjadi anggota APSSI Kepri.
Seakan tidak ingin jauh dari rumput hijau, Firdaus juga sempat menjadi asisten pelatih PS Batam Liga 3 Indonesia, SSB Bida Taruna (2007-2011) dan saat ini mencurahkan ilmunya di SSB Citramas hingga sekarang.
Firdaus berharap semoga cita-cita SSB di Kepri membina bakat-bakat sepak bola bisa terwujud dan sumbangsih untuk Timnas menjadi nyata.
“Kami ingin mengangkat bibit-bibit pemain sepak bola di daerah agar bisa ikut bersaing dengan daerah lain. Saya yakin banyak talenta muda di daerah yang selama ini belum muncul, ” ujar Firdaus.(*)


