Wednesday, July 15, 2026

Sambangi China, Wiraraja Indonesia Tarik Investasi Pupuk, Furniture, dan Benang Polyester Masuk Indonesia

Batam, Suaraanalisa.com – Wiraraja Indonesia menandatangani tiga kerja sama dengan perusahaan China di Beijing. Penandatanganan berlangsung di Kedutaaan Besar Indonesia di Beijing, China, disaksikan oleh IIPC di Beijing.

“Ada tiga penandatanganan kerja sama. Alhamdulillah kami berhasil menarik investasi baru di China. Ada beberapa industri yang berhasil kami tarik ke Indonesia,” ungkap CEO Wiraraja Group Akhmad Maruf Maulana.

“Ke tiga kerja sama investasi tersebut, masing-masing investasi pupuk, furniture, dan benang polyester. Investasi ini kami kami tarik masuk ke Indonesia, tepatnya ke Jawa Timur,” tambah Maruf.

Sebelumnya, Akhmad Maruf Maulana yang juga merupakan Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) beserta rombongan bertolak ke China, setelah menyelesaikan sejumlah agenda dan kerja sama investasi dengan investor di London dan Rusia.

Sama seperti di Inggris dan Rusia, rombongan HKI yang dipimpin Akhmad Maruf Maulana juga menghadiri beberapa agenda dan kerja sama investasi dengan beberapa pengusaha di Beijing, China.

“Kami bertolak ke Beijing, China, dan akan berada di negara tersebut selama 10 hari. Ada beberapa agenda dan penandatanganan kerja sama yang akan kami lakukan di negara tersebut,” kata Maruf, Jumat (10/7).

Sebelumnya, di Rusia, Wiraraja Indonesia sebagai pengelola dari Kawasan Industri Wiraraja di Batam juga berhasil menarik investasi.

Investasi yang berhasil ditarik yakni di bidang setting-up manufacture project for gas turbine in Indonesia dengan perusahaan asal Rusia yakni Black Energy AI dengan nilai investasi sebesar USD9.300.000 dengan perkiraan jumlah tenaga kerja sebanyak 200 orang, dan pada Agustus 2026 akan melaksanakan kegiatan investasinya.

Penandatangan kesepakatan kerjasama kedua perusahaan berlangsung pada hari ini, Rabu 8 July 2026 di Yekaterinburg Exhibition Hall yang ditandatangan langsung oleh CEO Wiraraja Group Akhmad Maruf Maulana dan CEO BlackEnergy AI Mr.Andrey Gennaedevic.

Penandatanganan itu turut disaksikan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares dan Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri International Kemenperin Tri Supondy.

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi krusial untuk memperkuat posisi industri nasional.

“Partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026, di Rusia, adalah langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional, mendatangkan investasi, mendorong pengembangan industri, dan meningkatkan daya saing manufaktur kita,” ujarnya di lokasi pameran, pada Selasa (5/7/2026) pekan lalu. (aan)

Related Articles

Latest Articles