Batam, Suaraanalisa.com – Upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional kembali digagalkan. Tim gabungan Bea Cukai Batam, BNNP Kepri, dan Polda Kepri berhasil menangkap kapal MV Ocean Porter dan menyita 2,6 ton metamfetamina cair di Perairan Tanjung Parit, Kabupaten Bengkalis.
Penangkapan dilakukan dalam operasi senyap pada Senin malam, 17 Agustus 2026. Informasi awal diterima tim gabungan terkait adanya kapal mencurigakan yang melintas dari jalur internasional menuju perairan Indonesia.
Sekitar pukul 18.00 WIB, petugas menghadang kapal berbendera asing tersebut di Perairan Tanjung Parit. Setelah dihentikan, MV Ocean Porter langsung digiring menuju dermaga Kanwil Bea Cukai Kepri di Batam untuk dilakukan penggeledahan menyeluruh.
Kepala Bea Cukai Batam, Agung Widodo, membenarkan keberhasilan operasi tersebut. “Tim gabungan antara Bea Cukai Batam, BNN Kepri, dan Polda Kepri menggunakan anjing pelacak K-9 milik Bea Cukai Batam untuk menyisir seluruh bagian kapal. Hasilnya, kami mengamankan barang bukti metamfetamina cair dengan berat diperkirakan mencapai 2,6 ton,” ujar Agung Widodo.
Unit K-9 dikerahkan menyisir setiap celah tangki, lambung, dan ruang muat kapal untuk memastikan tidak ada narkotika lain yang disembunyikan.
Selain menyita barang bukti, petugas juga mengamankan 10 orang Anak Buah Kapal berkewarganegaraan Myanmar. Seluruh kru langsung dibawa untuk pemeriksaan intensif oleh penyidik gabungan.
Penyidik mendalami peran masing-masing, mulai dari nahkoda, pihak yang memasukkan metamfetamina cair ke dalam tangki kapal, hingga kemungkinan adanya aktor intelektual dan jaringan di balik penyelundupan tersebut.
“Modus menyamarkan narkotika ke dalam tangki cair ini sangat berbahaya dan baru. Ini menunjukkan jaringan internasional terus berinovasi. Kita tidak boleh lengah,” tambah Agung.
Polda Kepri menyatakan akan meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan penyelundupan, khususnya di jalur Selat Malaka dan perbatasan.
Sementara itu, Bea Cukai Batam akan menambah peralatan pemindai dan memperluas pelatihan K-9 untuk mendeteksi narkotika dalam bentuk cair maupun padat.
Keberhasilan pengungkapan ini menjadi bukti bahwa negara tidak memberi ruang bagi jaringan narkoba. Namun, perang ini belum selesai. Dibutuhkan kewaspadaan bersama, pengawasan ketat di laut, dan peran aktif masyarakat pesisir untuk melaporkan hal mencurigakan. Karena satu kapal yang lolos, bisa menghancurkan satu generasi. (rin)


