Batam, Suaraanalisa.com – Tak butuh waktu lama, pelaku penikaman AL (24) karyawan salah satu perusahaan elektronik di kawasan Batam Centre berhasil diringkus tim gabungan Reskrim Batam Kota.
Dalam pengungkapan ini, Polisi berhasil meringkus seorang pria berinisial WL (23). Pria tersebut ditangkap saat hendak melaporkan kasus penganiayaan yang menurutnya dialaminya.
Kapolsek Batam Kota AKP Benny Syahrizal melalui Kanit Reskrim Polsek Batam Kota Iptu Rahmat Susanto menjelaskan, bahwa berdasarkan laporan masyarakat ada penganiayaan yang dialami korban.
“Unit Reskrim Polsek Batam Kota melakukan penyelidikan terhadap pelaku penusukan. Karena, berdasarkan keterangan saksi-saksi bahwa pelaku juga mengalami luka, sehingga personil Polsek Batam Kota menyampaikan pesan kepada Rumah sakit dan SPK Polsek apabila ada orang yang melaporkan kasus penganiayaan agar menghubungi Polsek Batam Kota,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Batam Kota Iptu Rahmat Susanto saat dikonfirmasi wartawan Kabarbatam.com, Jum’at (5/6/2026).
Benar saja, sekira pukul 13.00 Wib pelaku penikaman berinisial WL datang ke SPK Polresta Barelang untuk membuat laporan penganiayaan yang dialaminya. Personil SPK Polresta Barelang langsung berkordinasi dengan Piket Reskrim Polsek Batam Kota.
“Setelah dilakukan pencocokan cerita dengan peristiwa penganiayaan dialami korban AL (24), pelaku WL yang pada saat itu akan melapor penganiayaan yang menurutnya dialaminya langsung kita amankan karena telah melakukan penganiayaan terhadap korban,” ujar Iptu Rahmat Susanto.
Saat ini, pelaku penikaman berinisial WL (23) telah diamankan Polsek Batam Kota guna proses pemeriksaan lebih lanjut
“Saat ini, kita tengah melakukan pendalaman apakah ada pelaku lainnya yang terlibat,” jelasnya.
Atas perbuatannya, pelaku dapat dijerat Pasal 466 ayat (2) KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun. (Atok)
Diberitakan sebelumnya, seorang pria berinisial AL (24), karyawan salah satu perusahaan elektronik di kawasan Batam Centre, mengalami luka serius penusukan yang dilakukan oleh kelompok genk motor atau orang tidak dikenal saat sedang minum kopi bersama teman-temannya di kawasan Perumahan Villa Pesona Asri, Batam Kota, Jumat (6/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi berinisial (PT) yang berada di lokasi kejadian, peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama beberapa rekannya pulang bekerja pada shift malam dan hendak kembali ke rumah.
Dalam perjalanan, korban dan rombongannya sempat berpapasan dengan sekelompok pengendara sepeda motor yang tidak dikenal. Saat itu terjadi saling pandang yang berujung cekcok singkat di jalan.
“Awalnya hanya saling pandang saat berpapasan di jalan. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang. Korban sebenarnya sudah diajak pulang oleh teman-temannya, tetapi kami sempat singgah untuk minum kopi di sebuah warung di kawasan Villa Pesona Asri,” ujar PT.
Menurut Put, baru beberapa menit mereka duduk di warung kopi tersebut, tiba-tiba sekitar tiga orang yang diduga merupakan kelompok pengendara motor yang sebelumnya berpapasan dengan korban datang ke lokasi.
“Mereka datang menggunakan sepeda motor. Salah satu pelaku langsung turun dan menyerang korban menggunakan senjata tajam. Kejadiannya sangat cepat,” katanya.
Melihat rekannya diserang, sejumlah teman korban berusaha mengejar para pelaku. Namun, para pelaku berhasil melarikan diri sebelum sempat diamankan warga maupun rekan korban.
Akibat serangan tersebut, AL mengalami sejumlah luka tusuk dan langsung terkapar dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Korban kemudian dilarikan oleh rekan-rekannya untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah sempat mendatangi beberapa fasilitas kesehatan terdekat, korban akhirnya mendapat penanganan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Batam.
Dokter jaga yang menangani korban menjelaskan bahwa korban tiba di rumah sakit dalam kondisi kritis akibat mengalami tujuh luka tusuk yang tersebar di bagian punggung, samping tubuh, dan lengan.
“Korban masih menjalani perawatan intensif dan memerlukan tindakan operasi yang akan dilakukan oleh dokter bedah,” ujar salah seorang tenaga medis yang menangani korban. (*)


